Pages

Monday, April 4, 2011

Siapakah Farazdaq?

Muhammad 'Aqil Firazdaq.
Nama Firazdaq diambil sempena nama seorg penyair bernama Farazdaq. Nama tu diambil bkn sbb nk Daie jd penyair...tp utk Daie mencontohi dan mencintai Rasulullah.. Sila lah baca kisah Farazdaq di bawah ini..mgkn korang pernah dgr kisahnye tp x tahu nama individu tersebut...mcm aku la gaks..hahaha... Siapakah al-Farazdaq? Nama asli al-Farazdaq adalah Abu Firas Hammam bin Ghalib bin Sha’sha’ah at-Tamimi ad-Darimi. Ia lahir di Kadhima (sekarang Kuwait) pada tahun 641 namun tinggal di Basrah. Pada usia 15 tahun, Farazdaq dikenal sebagai penyair. Suatu ketika Ghalib datang kepada Imam Ali bersama putranya. Imam bertanya, “Bagaimana tentang jumlah untamu yang banyak?” Ia menjawab, “Mereka telah tersapu habis (dalam melaksanakan kewajiban), wahai Amirul Mukminin.” Imam menjawab, “Itu cara paling terpuji.” Lalu Imam bertanya kepada Ghalib siapa anak muda ini. Dengan bahagia Ghalib menjawab, “Dia adalah putraku dan dia seorang penyair.” Ketika Imam mendengarnya, beliau berkata, “Ajari ia Alquran. Itu lebih baik baginya dari sekedar membaca syair.” Kata-kata Imam mempengaruhi al-Farazdaq sehingga ia berjanji tidak akan bebas sebelum menghafal Quran. (Lihat: Syarh Ibnu Abil Hadid). Kemudian al-Farazdaq kembali kembali membuat puisi. Ketika ia tinggal di Bashrah, ia menyusun satir untuk Bani Nisyal dan Bani Fuqaim dan ketika Ziad bin Abihi (anggota Bani Fuqaim) menjadi gubernur di Irak pada tahun 669. Al-Farazdaq dipaksa tinggal beberapa tahun di Madinah dan kembali ke Bashrah setelah kematian Ziad. Di Bashrah ia berusaha mendapatkan dukungan putra Ziad, Ubaidillah. Al-Farazdaq terkadang bersikap “gila” dan berani, seperti syair dan perseteruannya dengan Jarir (penyair dekat seorang tirani, al-Hajjaj) yang telah menjadi perbincangan selama berabad-abad. Kekayaan kosakata al-Farazdaq membuat kritikus Arab terdahulu berkata, “Jika syair-syair al-Farazdaq tidak ada, sepertiga bahasa Arab akan hilang.” Dîwan-nya mengandung ribuan sajak, termasuk pujian, sindiran dan rintihan. Pertemuan dengan Imam Husain Sebelum Imam Husain berangkat ke Karbala, beliau bertemu dengan al-Farazdaq dan menanyakan kondisi di Irak. Al-Farazdaq mengatakan bahwa hati orang-orang di sana bersama Imam tapi pedang mereka bersama Ummayah dan mengarah ke Imam. Imam Husain menjawab, “Bila segalanya berjalan sebagaimana yang kami kehendaki, kami bersyukur kepada Allah… Tetapi bila terjadi yang tidak menguntungkan, kami tidak rugi karena maksud kami baik… Aku bersyukur kepada-Nya dalam segala keadaan, yang menyenangkan atau sebaliknya.” Kepada al-Farazdaq, Imam Husain as juga berkata, “Wahai Farazdaq! Mereka adalah orang-orang yang telah melalaikan ketaatan kepada Allah dan mengikuti ajakan setan. Mereka berbuat kerusakan di muka bumi, mencampakkan hukum Allah dan melakukan kemungkaran serta merampas harta orang-orang fakir. Aku lebih berhak untuk bangkit membela agama Allah. Demi kemuliaan agama, aku jihad di jalan Allah sehingga kalimah Allah tegak.” Syair Monumental Itu… Meskipun Hisyam bin Abdul Malik adalah khalifah Bani Umayyah, dia tidak berhasil menyentuh dan mencium Hajarul Aswad, karena banyaknya jumlah jemaah haji. Kaki tangan dan para pengawal yang datang bersama Hisyam dari negeri Syam juga gagal menjaga “keagungannya” di hadapan kebesaran dan keagungan amal ibadah haji. Berulang kali Hisyam berusaha untuk sampai ke Hajarul Aswad, namun selalu saja gagal. Akhirnya dia mengalah dan mundur, Hisyam duduk di sebuah kursi yang telah tersedia di tempat yang agak tinggi sembari memandang jemaah haji yang sedang mengintarinya. Tiba-tiba muncul seseorang yang berwajah saleh. Mula-mula beliau bertawaf mengelilingi Kakbah tujuh kali, lalu dengan wajah tenang dan langkah yang mantap, beliau beranjak menuju ke arah Hajarul Aswad. Jemaah yang berdesakan itu segera memberikan jalan ketika melihatnya datang. Melihat hal itu, orang-orang Syam merasa terkejut. Mereka heran karena seorang khalifah seperti Hisyam yang mempunyai status sosial yang tinggi gagal mencapai Hajarul Aswad, tapi orang yang sederhana itu justru dengan mudah bisa mencapainya. “Siapa gerangan orang itu wahai Amirul Mukminin?” tanya orang kepada Hisyam. “Entahlah,” jawab Hisyam tak acuh. Hisyam sebenarnya mengenal siapa orang itu tapi berpura-pura tidak mengenalnya. Ia adalah Imam Ali Zainal Abidin, putra Imam Husain. Lagi pula siapakah yang berani mengenalkan orang ini kepada Hisyam, yang pedangnya selalu berlumuran darah pada saat itu? Dalam keadaan seperti itu, al-Farazdaq, berkata, “Aku kenal dia. Bahkan tidak puas dengan mengenalkannya begitu saja.” Dia berdiri di sebuah tempat yang agak tinggi dan mengucapkan syair (yang saya ringkas):
Dialah yang dikenal jejak langkahnya,

oleh butiran pasir yang dilaluinya.

Rumah Allah Kakbah pun mengenalnya,

dan dataran tanah suci sekelilingnya. Dialah putra insan termulia,

dari hamba Allah seluruhnya.

Dialah manusia hidup berhias takwa,

kesuciannya ditentukan oleh fitrahnya. Di saat ia menunju Kakbah,

bertawaf mencium Hajar jejak kakeknya.

Ruknul Hatim enggan melepaskan tangannya,

karena mengenal betapa ia tinggi nilainya. Itulah Ali cucu Rasulullah,

cucu pemimpin segenap umat manusia.

Dengan agamanya manusia berbahagia,

dengan bimbingannya mencapai keridaan-Nya. Jika Anda belum mengenal dia,

dia itulah putra Fatimah.

Putri Nabi utusan Allah,

penutup para Rasul dan anbiya. Pertanyaan Anda “Siapa dia?”tidak merugikan keharuman namanya.

Arab dan ajam mengenal dia,

walau Anda hendak mengingkarinya. Tidak pernah ia berucap “tidak”,

kecuali dalam ucapan syahadatnya.

Kalau bukan karena syahadatnya,

“Tidak”nya berubah menjadi “ya”. Berasal dari keluarga mulia

Mencintainya fardhu dalam agama

Membencinya kufur dalam agama

Dekat padanya selamat dari marabahaya. Yang mengenal Allah pasti mengenal dia

Yang mengenal dia mengenal keutamaannya

Yang bersumber pada lingkungan keluarganya

Tempat manusia bermandikan cahaya.
Mendengar syair, manthiq dan bayan al-Farazdaq ini, Hisyam naik darah. Diperintahkannya agar jatah al-Farazdaq dari Baitul Mal diputus, dan dia dijebloskan ke dalam penjara Asfan, suatu daerah antara Mekah dan Madinah. Namun semua itu tidak mengendurkan semangatnya yang dalam untuk mengungkapkan akidah dan prinsipnya. Bahkan di penjara pun, dia terus mengucapkan syair-syairnya yang bernada protes dan kritik berapi-api. Suatu hari, Imam Ali Zainal Abidin mengirim sejumlah uang untuk al-Farazdaq sebagai ganti atas pemotongan haknya dari Baitul Mal. Tapi al-Farazdaq menolaknya dan berkata, “Kuucapkan syair itu demi akidah dan imanku karena Allah semata-mata. Aku tidak berhasrat menerima uang ini sebagai upah.” Untuk kedua kalinya Imam Ali Zainal Abidin mengirimkan sejumlah uang kepada al-Farazdaq. Dia berpesan, “Allah Swt. Maha Mengetahui tujuanmu. Andaikan engkau terima bantuanku, tidaklah berarti bahwa ganjaranmu dan pahalamu akan terusik.” Dan Imam Ali Zainal Abidin bersumpah kepada al-Farazdaq agar menerima bantuannya hingga akhirnya menerima.

Friday, March 18, 2011

Jalan-jalan ke Air Panas Gadek

Hujung minggu baru2 ni ayah bw mama n Daie g Air Panas Gadek.Cadangnye nak bawa Daie g swimming je..tp x plan hala tuju ke mana nak pegi...yg pastinya mama xnak ke Air Panas Pedas lagi...

last2 cadang ke air panas gadek jer..mama n ayah igt kt situ mcm air panas Pedas...tpt kanak2 permainan tema air...rupenye xde..tpt tu tempat org2 nak berendam dgn air panas..selalunya utk berubat...penyakit kulit..


Masa sampai tu dlm jam 11.30 a.m...org x ramai pun..hanya 1 kmpulan anak remaja dan sorang pakcik yg tgh mandi bergayung dihujung kolam..


Kat situ byk kolah..utk rendam kaki..ade gak tpt berenang..tu utk org yg tahan panas la..sbb mmg panas yg amat airnya..berbanding air panas di Pedas..


Dah sampai situ, mama n ayah pun dah cuak gak..camne la nak bg adik main air ni..hmm nmpknye terpaksalah mama jaga adik..mama x dptla nk berendam..kolah kat situ mmg tinggi. Daie berkeras nak main air..mmg tahan panas btl Daie ni...ikutilah aksi Daie...

Daie mcm main gelongsor air....

tengok muka ayahnye .hahaha..panas..panas...

Tiket masuk: RM 4 jer bg org dewasa..


dlm tu ade la kedai runcit kecik..stakat mknn ringan je la..


ade perkhidmatan sewa gayung..toilet so far kt situ bersih.

Thursday, March 17, 2011

Daie dari baru lahir hingga 12 bulan..



Koleksi wajah Daie dari baru lahir hingga umur 12 bulan..wajahnya berubah2...masa baru lahir, rambut Daie terpacak ala2 punk...tp makin lama 'punk' dah hilang...Daie ada 2 pusar di kepala..Org tua2 kata budak byk pusar ni degil..lasak...hmmm Daie mmg lasak pun...tahan lasak yg amat...tp jgn jd degil sgt yer Daie...x larat mama nnti..cian mama..


mama diserang penyakit 'M'

mama diserang penyakit M this lately....sorry..lame x update..ditambah plak dgn kesukaran waktu sbb putera dah makin lasak....ade je tarik mama g sana sini...even nk tgk tv pun putera akan pastikn mama sit sebelah..skrg dah pandai sebut.."sit".."fish"...lagila cerdik bila setiap kali bgn pagi..Daie akan terus tarik tgn mama utk buka laptop atau komputer kt bilik atok. Pandai plak arahkan buka plug...pastu ckp "sit"..smbil tarik2 tgn mama suruh duduk sblh..pastu tunjuk kt skrin.."fish".."fish"...pastu klau dah buka game fish tu bkn nk duk diam...disuruh mama main plak game tu...terpaksala mama main kejap...pastu senyap2 lari....."mama nk g toilet.."

Wednesday, March 2, 2011

World Kite Festival Di Pasir Gudang..16-20 Feb 2011



Pelbagai jenis dan saiz layang2 ade... Mcm cicak gergasi sdg mendarat...larrrrriiiiii...:P


Hehe...this time, ayah berpeluang bawa daie dan mama ke World Kite Festival atau Pesta Layang-layang di Pasir Gudang..
Kitorang pegi pagi dan pd hari Sabtu..Hari tu perasmian oleh Sultan Johor...pegi pagi dlm jam 10 lebih..huh org dah rmai pun..klau nk berkhemah kat tepi2 mmg org len dah cop pun..



Gaya Putera Daie berjalan dgn gahnye..



"Besarnya pokok ni.."

"Kasarnye.."



"Hish ape ni..byknye...Daie tengok2 jer ayah..xnk beli pun.."..hehe..
tentu ayah tgh cuak..
"Jgnla anakku nk beli belon byk2 tu.."
(kah kah kah)


Daie dah ade beli belon ipin....tp mata dah ngantukkk la..



Daie terlepas belon ipin..huhu....terus naik meninggi...tinggi dan menghilang...dah sampai Tampin agaknye..belon utk wan dari Daie...


Daie bw lari mknn mama...

Tgk je la cara si ayah pgg beg mama..segan ker..."nnti nk beli beg besar bunga2..suh u pgg..kepit kt bahu..hahhhahha"
anak mama kepenatan..hengeh2 trus tertido..merengek je..mama gak yg terpaksa dukung Daie..
Jauh gak berjln nak cari tpt berteduh..mujur ade gak yg 0...tp berpindah randah juga la sbb nk cari keselesaan..dlm 3 pondok lebih kurang. last2 patah balik ke pondok pertama..sbb pondok laen bau asap rokok, panas....tp syukur alhamdulillah.. hbs je ayah g solat kt masjid tepi tu..trs hujan lebat..Daie pun gembira main hujan...

Tuesday, February 1, 2011

My 1st GA ~ 1st Year Adam Firdaus


Term & Condition mudah sahaja
  • Mesti jadi folower ibu
  • Buat 1 N3 khas untuk GA ni
  • Tajuk nyer mesti "My 1st GA ~ 1st Year Adam Firdaus" (copy je tajuk ni)
  • Lekatkan banner kat N3 & sidebar korang ye
  • Last jangan lupa ye tinggalkan link kat sini.

Monday, January 31, 2011

1 st GA-My Birthday Giveaway


SYARAT2x
1. Blogger dan ada alamat di Malaysia (Tentula..)
2. Follow blog ini, ini dan ini ( ADA 3 BLOG YA)
3. Masukkan banner di atas di dalam entri dan sidebar uools serta link kan ke blog deqlis
4. Tag 2 orang kawan blogger (pastikan kawan itu tahu anda tag dia)
Tag maslina dan masita
5. Tinggalkan url penyertaan uools di ruangan komen di blog baru DEQLIS GA & CONTEST --> "deqlis-contest.blogspot.com"
6. Lengkapkan semua syarat2 di atas..itu jer


nak join sila klik